Cerpen - Rindu Yang Tak Terbalaskan
RINDU YANG TIDAK TERBALASKAN Malam yang begitu sendu, secangkir teh hangat menyelimuti tubuh. Embun berkumpul layaknya populasi manusia, menyelimuti malam yang dingin, rapuh dan kelam, bisa saja gelap seperti gua kelelawar. Jam menunjukkan pukul 01.00 WIB, setengah cangkir teh itu habis, mungkin tubuhku sudah hangat dan mimpi untuk bertemu kedua orangtua dan kakak-kakak ku sudah menunggu. Gelap menyelimuti mimpi, entah apa yang ada dipikiran ku saat itu, sangat sedih dan mencekam. Ibu, bapak, anak mu rindu. Bisakah kalian memelukku sebentar? Seperti saat aku tidur sehari bersama kalian ketika umur ku beranjak 7 tahun? Aku rindu masa-masa itu. Hitungan tahun tak bertemu, membuat ku sedikit iri dengan teman-teman yang mempunyai orangtua lengkap dan kasih sayang yang tidak ternilai harganya. Pagi yang cerah, matahari tersenyum, angin bernyanyi dan menari-nari di sekitar ku. Baju kotor, piring dan mangkuk kotor, bahkan rumah yang berdebu sudah menungguku. Tak lupa segelas air puti...